Minggu, 10 November 2013

Sahabatku







Aku dan Sahabatku


Ini kisah ku bersama sahabat pertama yang kutemui di prodi Pendidikan Kimia reguler B. Semua ini berawal dari daftar ulang pertama kali masuk kuliah. Pada saat itu, aku sedang daftar ulang dalam proses pembuatan KTM sementara. Aku bertemu dengan seorang anak SMAN 1 Pontianak yang masuk Prodi Bahasa Inggris, namanya Ega. Kami berkenalan dan akhirnya berteman karena sama-sama tidak punya teman waktu daftar ulang pada hari itu. Setelah itu, tiba-tiba ega bertemu teman SMAnya yang masuk prodi P. Kimia, namanya Sri Murniati. Ternyata Sri itu membawa teman yang masuk prodi P. B. inggris. Waah kebetulan sekali ni.. akhirnya kami tukaran teman deh.
Akhir-akhir itu aku sama sri mulai dekat... smsan dan nanya-nanya hal yang kurang penting gitu... Maklum sama teman baru, basa- basi dikit gak apalah...
Truz ketika PAMB aku dan sri semakin dekat. Kalau mau ke Mesjid sering bareng. 
Kemudian kami sama-sama terus saat matrikulasi. Kami selalu ingin duduk berdekatan di bangku paling depan. Dari situlah persahabatan kami mulai nampak.Hingga sekarang, persahabat kami semakin dekat, dan kami telah saling mengetahui tentang hal pribadi satu sama lain. dan katanya nii..., teman sri yang namanya ega itu juga dekat sekali dengan temannya yang waktu itu tukaran sama sri. 

Makalah Remaja Awal

 BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Perkembangan adalah suatu proses yang dilalui oleh setiap individu dalam seumur hidup. Perkembangan remaja terbagi menjadi tiga yaitu: Perkembangan remaja awal, madya dan akhir. Perkembangan yang terjadi pada anak SMP Kelas VII merupakan perkembangan remaja awal, sekitar umur 12-15 tahun. Lalu permasalahan apa yang sering terjadi pada masa Remaja Awal, terutama pada Anak SMP Kelas VII?
Seiring bertambahnya usia makin berkembang pula intelektualitas dan kematangan psikologis pada  manusia. Namun sebelum mencapai kematangan itu ada beberapa tahap yang paling menentukan jati diri adalah pada saat memasuki usia remaja.
Masa remaja adalah masa penuh dinamika, terutama pada fase remaja awal. Hal ini disebabkan pada fase remaja awal berlangsung bersamaan dengan masa pubertas atau masa perubahan fisik dari masa anak-anak menuju dewasa. Perubahan tersebut mendorong timbulnya isu dan permasalahan dalam fase remaja awal ini.
Oleh sebab itu kelompok kami merasa tertarik dan tertantang untuk mengkaji judul ini. Mengingat pada saat ini permasalahan remaja menjadi perbincangan hangat di masyarakat yang meresahkan. dimulai dari kekerasan hingga pelecehan seksual yang dilakukan oleh remaja SMP yang notabene usianya masih menginjak fase remaja awal. Sehingga perlu adanya solusi untuk menghadapi dan menanggulangi permasalahan ini.

2.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian periode remaja awal?
2.      Apa ciri-ciri masa perkembangan yang dialami remaja awal?
3.      Apa tugas-tugas remaja awal?
4.      Apa saja gejala-gejala yang dialami remaja awal?
5.      Apa saja permasalahan-permasalahan yang ditandai oleh gejala-gejala remaja awal?

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Periode Remaja Awal
1.      Pengertian
Remaja berasal dari bahasa latin yang berarti tumbuh ke arah yang lebih matang. Masa remaja merupakan masa transisisi perkembangan dari anak menuju dewasa, dimulai dari pubertas, yg ditandai dengan perubahan pesat dalam berbagai aspek perkembangan, baik fisik maupun psikis. Secara harfiah, Pubertas berasal dari bahasa latin pubescence (yang berarti “to grow hairy”) artinya tumbuh bulu-bulu, seperti bulu di sekitar kelamin, ketiak, dan muka. Secara istilah, pubertas berarti proses pencapaian kematangan seksual dan kemampuan bereproduksi. Usia remaja awal berkisar antara usia 12 sampai 15 tahun.Pada masa ini, remaja mengalami perubahan jasmani yang sangat pesat dan perkembangan intelektual yang sangat intensif.  Sehingga minat anak pada dunia luar sangat pesat dan pada saat ini remaja tidak mau dianggap kanak-kanak lagi namun masih belum bisa meninggalkan sifat kanak-kanaknya.
2.      Ciri-ciri masa remaja awal
Masa remaja ini memiliki karakterisitik yang khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
a.       Masa remaja adalah periode yang penting
Periode ini dianggap sebagai masa penting karena memiliki dampak langsung dan dampak jangka panjang dari apa yang terjadi pada masa ini. Selain itu, periode ini pun memiliki dampak penting terhadap perkembangan fisik dan psikologis individu, dimana terjadi perkembangan fisik dan psikologis yang cepat dan penting. Kondisi inilah yang menuntut individu untuk bisa menyesuaikan diri secara mental dan melihat pentingnya menetapkan suatu sikap dan nilai-nilai.
b.      Masa remaja adalah masa peralihan.
Periode ini menuntut seorang anak untuk meninggalkan sifat-sifat kekanakkanakannya dan harus mempelajari pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan pola-pola perilaku sebelumnya. Selama peralihan dalam periode ini, seringkali seseorang merasa bingung dan tidak jelas mengenai peran yang dituntut oleh lingkungan. Misalnya, pada saat individu menampilkan perilaku anak-anak maka mereka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya, namun pada kebalikannya jika individu mencoba untuk berperilaku seperti orang dewasa sering dikatakan bahwa mereka berperilaku terlalu dewasa untuk usianya.
Beberapa transisi yang dihadapi pada masa remaja diantaranya:
a.       Transisi dalam emosi
Ciri utama remaja adalah peningkatan kehidupan emosinya, dalam arti sangat peka, mudah tersinggung perasaannya. Remaja dikatakan berhasil melalui masa transisi emosi apabila ia berhasil mengendalikan diri dan mengekspresikan emosi sesuai dengan kelaziman pada lingkungan sosialnya tanpa mengabaikan keperluan dirinya.
b.      Transisi dalam sosialisasi
Pada masa remaja hal yang penting dalam proses sosialisasinya adalah hubungan dengan teman sebaya , baik sejenis maupun lawan jenis.
c.       Transisi dalam agama
Sering terjadi remaja yang kurang rajin melaksanakan ibadah seperti pada masa kanak-kanak. Hal tersebut bukan karena melunturnya kepercayaan terhadap agama, tetapi timbul keraguan remaja terhadap agama yang dianutnya sebagai akibat perkembangan berfikirnya yang mulai kritis.
d.      Transisi dalam hubungan keluarga
Dalam satu keluarga yang terdapat anak remaja, sulit terjadi hubungan yang harmonis dalam keluarga tersebut. Keadaan ini disebabkan remaja yang banyak menentang orang tua dan biasanya cepat menjadi marah. Sedangkan orang tua biasanya kurang memahami ciri tersebut sebagai ciri yang wajar pada remaja.
e.       Transisi dalam moralitas
Pada masa remaja terjadi peralihan moralitas dari moralitas anak ke moralitas remaja yang meliputi perubahan sikap dan nilai-nilai yang mendasari pembentukan konsep moralnya. Sehingga sesuai dengan moralitas dewasa serta mampu mengendalikan tingkah lakunya sendiri.

c.       Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan.
Adanya stereotipe yang menganggap remaja sebagai masa yang tidak rapi, tidak dapat dipercaya dan merusak. Hal ini menimbulkan ketakutan pada remaja jika bersama orang dewasa. Karena hal ini sudah melekat pada sebagian besar orang dewasa pada umumnya.
d.      Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik.
Remaja mempunyai pandangan bahwa dunia sebagai sesuai keinginannya dan tidak sebagai mana kenyataanya, oleh karena hal tersebut remaja meninggi emosinya apabila gagal dan disakiti hatinya. Remaja lambat laun akan mengerti secara rasional dan realistik sesuai bertambahnya pengalamannya.
e.       Masa remaja adalah periode perubahan.
Perubahan yang terjadi pada periode ini berlangsung secara cepat, peubahan fisik yang cepat membawa konsekuensi terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang juga cepat. Terdapat lima karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu:
1.      Peningkatan emosionalitas,
2.      Perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual, perubahan tubuh,
3.      Minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan masalah baru,
4.      Karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula perubahan nilai, dan
5.      kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan yang terjadi.
6.      Masa remaja sebagai usia bermasalah.
Jika dulu yang remaja pikirkan adalah masa depan, dan kebahagiaan orang tua mereka, maka zaman sekarang gaya adalah yang terpenting. Kenakalan remaja biasa disebut dengan istilah Juvenile berasal dari bahasa Latin juvenilis, yang artinya anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa muda, sifat-sifat khas pada periode remaja, sedangkan delinquent berasal dari bahasa latin “delinquere” yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas artinya menjadi jahat, nakal, anti sosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau peneror, durjana dan lain sebagainya.
Juvenile delinquency atau kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau kenakalan anakanak muda, merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Istilah kenakalan remaja mengacu pada suatu rentang yang luas, dari tingkah laku yang tidak dapat diterima sosial sampai pelanggaran status hingga tindak kriminal.
Kartono, (2003). Mussen dkk (1994), mendefinisikan kenakalan remaja sebagai perilaku yang melanggar hukum atau kejahatan yang biasanya dilakukan oleh anak remaja yang berusia 16-18 tahun, jika perbuatan ini dilakukan oleh orang dewasa maka akan mendapat sangsi hukum.
Hurlock (1973) juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja, dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yang melakukannya masuk penjara.
Sama halnya dengan Conger (1976) & Dusek (1977) mendefinisikan kenakalan remaja sebagai suatu kenakalan yang dilakukan oleh seseorang individu yang berumur di bawah 16 dan 18 tahun yang melakukan perilaku yang dapat dikenai sangsi atau hukuman.
Sarwono (2002) mengungkapkan kenakalan remaja sebagai tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana, sedangkan Fuhrmann (1990) menyebutkan bahwa kenakalan remaja suatu tindakan anak muda yang dapat merusak dan menggangu, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Santrock (1999) juga menambahkan kenakalan remaja sebagai kumpulan dari berbagai perilaku, dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial sampai tindakan kriminal.Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kecenderungan kenakalan remaja adalah kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang dilakukan remaja di bawah umur 17 tahun.

3.      Tugas – Tugas Remaja Awal
            Menurut Havighurst, remaja mempunyai tugas perkembangan sebagai berikut:
1.      Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya, baik pria maupun wanita.
2.      Mencapai peran sosial pria dan wanita.
3.      Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif.
4.      Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab.
5.      Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya.
6.      Mempersiapkan karier ekonomi.
7.      Mempersiapkan perkawinan dan keluarga.
8.      Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku mengembangkan ideologi.
Tugas perkembangn pada masa remaja awal yaitu dengan menerima keadaan fisik dirinya dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif. Hal ini karena remaja pada masa tersebut  meengalami perubahan-perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan tubuh yang meliputi tinggi badan, berat badan, panjang organ-organ tubuh, dan perubahan bentuk fisik seperti tumbuhnya rambut, payudara, panggul, dan sebagainya.

            Secara umum, tugas perkembangan pada masa remaja awal adalah upaya untuk menghilangkan sifat-sifat kekanak-kanakan serta berusaha untuk menepati kemampuan untuk bersikap dan berperilaku secara dewasa.

            Pada masa perkembangan remaja awal mereka membutuhkan kekuatan dan daya tahan tubuh serta perlindungan keamanan fisiknya. Kondisi fisik amat penting dalam perkembangn dan pembentukan pribadi seseorang.

            Remaja merupakan nilai penting yang harus diperhatikan dalam kehidupan, maka pengaruh pada orang-orang yang ada disekitarnya dan perkembangannya mengarahkan dalam bentuk kemandirian dan kematangan dalam berfikir.

4.      Gejala-Gejala yang Dialami Pada Periode Remaja Awal
Gejala menginjak remaja adalah suatu ciri yang ditampakkan pada seorang anak yang secara usia menuju masa remaja yang biasanya dimulai ketika anak memasuki usia sekolah menengah pertama.

1.      Gejala positif remaja awal
a.       Mulai merasa malu
Anak yang baru menginjak remaja, mulai memperhatikan penampilannya. Dengan adanya rasa malu, mereka akan berpakaian lebih rapi dan sopan, lebih termotivasi.

b.      Mensturasi pada perempuan
Anak perempuan yang mengalami mensturasi menandakan bahwa telah matangnya sistem reproduksi seksualnya.

c.       Tubuhnya mulai membentuk
Tubuh yang mulai membentuk menandakan bahwa anak mulai memasuki tahap lanjutan dari perkembangan fisiknya. Pada anak perempua ditandai dengan tumbuhnya payudarah dan panggul mulai membesar. Sedangkan pada anak laki-laki dengan dada mulai membidang.

d.      Tumbuhnya rambut pada bagian tertentu
Rambut yang tumbuh pada bagian tertentu merupakan salah satu ciri  normal yang terjadi pada anak usia remaja. Dengan adanya ciri ini, menandakan bahwa telah berfungsinya kelamin sekunder.

e.       Mulai tertarik dengan lawan jenis
Tertarik dengan lawan jenis merupakan salah stu ciri normal yang terjadi pada remaja awal.

2.      Gejala negatif pada remaja awal
a.       Emosionalnya masih labil
Anak yang baru menginjak usia remaja, emosinya masih labil ditandai dengan suka marah-marah terutama pada anak perempuan yang baru pubertas (mensturasi).

b.      Penggunaan make up
Perempuan yang menggunakan make up yang berlebihan seperti orang dewasa karena pengaruh lingkungan. Mereka mulai mencoba-coba mengikuti tren masa kini seperti mencoba produk pemutih  yang tidak mereka sadari akan membahayakan kulit wajahnya.

c.       Anak laki-laki mulai belajar merokok
Anak remaja mudah untuk dipengaruhi, karena masa remaja merupakan masa dalam mencari jati diri. Pengaruh lingkungn yang kurang baik menyebabkan anak mengikutui apa yang ia lihat di lingkungan bergaulnya.

d.      Tumbuh jerawat
Jerawat merupakan masalah yang yang umum terjadi pada diri seseorang. Dengan tumbuhnya jerawat pada area wajah, akan mengurangi rasa percaya diri yang ada pada diri remaja.

e.       Sering menghayal pada anak laki-laki
Seringnya menghayal pada anak laki-laki yang baru memasuki dunia remaja menyebabkan mereka merasa penasaran sehingga membuat mereka ingin menonton video porno dan melakukan perbuatan seksual kepada lawan jenisnya.

5.      Permasalahan Remaja Awal
1.      Perkembangan Fisik dan Motorik
Pada remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik dipandang sebagai hal yang penting pada remaja. Ketika perkembangan fisik tumbuh tidak sesuai dengan harapan, dapat menyebabkan anak kurang percaya diri.
2.      Perkembangan kognitif
Masa remaja ditandai dengan perkembangan intelektual yang sangat pesat. Apabila perkembangan intelektualnya berkembang dengan baik, maka perkembangan kognitif anak akan berkembang dengan baik. Ketika perkembangan fisik tumbuh tidak sesuai dengan harapan, dapat menyebabkan anak kurang percaya diri.
3.      Perkembangan perilaku sosial.
Masa  remaja disebut sebagai masa saosial (kehausan sosial) yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima dilingkungn kelompok sebayanya (peer group) . Apabila remaja dapat diterima di kelompok teman sebayanya, maka dia akan merasa bangga dan kehormatan dalam dirinya. Penolakan dari peer group dapat menimbulkan frustasi menjadikan dia isolated dan merasa rendah diri.
4.      Perkembangan kepribadian dan emosional
Dalam pencarian identitas diri, remaja suka coba-coba. Apabila remaja suka mencoba hal baru yang baik, seperti mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah dan mengikuti kegiatan sanggar diluar. Apabila mereka gagal dalam menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas. Dan akan merasa tertekan dan justru menjadi orang yang lebih agresif.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari makalah yang di sajikan penulis, penulis  dapat menarik kesimpulan bahwa remaja adalah suatu masa dimana seseorang bukan lagi di anggap sebagai anak-anak dan bukan juga di anggap dewasa.
Bahwasanya remaja adalah masa rentan akan hal-hal yang bersifat negatif maupun bersifat positif.sehingga banyak unsur yang dapat mempengaruhi masa remaja dari luar maupun dari dalam untuk melakukan suatu tindakan yang baik maupun yang menyimpang.


DAFTAR PUSTAKA
Descaholic.2012.Makalah Perkembangan Masa Remaja.    (online).(http://descaholic.blogspot.com/2012/02/makalah-perkembangan-masa-remaja.html. Diakses tanggal 10-04-2013)
Fatimah, Enung.2010.PSIKOLOGI PERKEMBANGAN (Perkembangan Peserta Didik). Bandung : Pustaka Setia

Yasha. 2011. Makalah Perkembangan Remaja Awal. (online). (http://yashaneu.blogspot.com/2011/06/makalah-perkembangan-remaja-awal.html. Diakses tanggal 10-04-2013)

Filsafat Ilmu Kimia

FILSAFAT ILMU KIMIA

A.  Pengertian Filsafat
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.

B.  Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu, secara umum bisa dipahami dari dua sisi, yaitu sebagai disiplin ilmu dan sebagai landasan filosofis bagi proses keilmuan. Sebagai sebuah disiplin ilmu, filsafat ilmu merupakan cabang dari ilmu filsafat yang membicarakan objek khusus, yaitu ilmu pengetahuan, dan sudah tentu memiliki sifat dan karakteristik yang hampir sama dengan filsafat pada umumnya. Sementara sebagai landasan filosofis bagi proses keilmuan, ia tak lain adalah kerangka dasar dari proses keilmuan itu sendiri. Secara umum, filsafat ilmu pengetahuan adalah sebuah upaya untuk memahami makna, metode, strukur logis dari ilmu pengetahuan, termasuk juga di dalmnya kriteria-kriteria ilmu pengetahuan, hukum-hukum, dan teori-teori di dalam ilmu pengetahuan.
Inti sari dari filsafat ilmu adalah kebenaran, fakta, logika, dan konfirmasi. Sedangkan ciri-ciri dan cara kerja filsafat ilmu, antara lain:
a.    Mengkaji dan menganalisis konsep-konsep, asumsi, dan metode ilmiah.
b.    Mengkaji keterkaitan ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya.
c.    Mengkaji persamaan ilmu yang satu dengan yang lainnya, tanpa mengabaikan persamaan kedudukan masing-masing ilmu.
d.  Mengkaji cara perbedaan suatu ilmu dengan ilmu yang lainnya.
e.  Mengkaji analisis konseptual dan bahasa yang digunakannya
f.  Menyelidiki berbagai dampak pengetahuan ilmiah terhadap: cara pandang manusia, hakikat manusia, nilai-nilai yang dianut manusia, sumber-sumber pengetahuan dan hakikatnya, logika dengan matematikanya, logika dengan matematika dengan realitas yang ada.
Bidang kajian filsafat ilmu itu ada 3, yakni:
a.    Ontologi
Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu, landasan ontologi mempertanyakan tentang objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia?
b.    Epistemologi
Epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal, sumber, metode, struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. Dalam kaitan dengan ilmu, landasan epistemologi mempertanyakan bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau teknik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?
c.    Aksiologi
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Sebagai landasan ilmu, aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik, prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral atau profesional?
Melihat uraian di atas, filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Dengan demikian, filsafat ilmu sangatlah penting peranannya bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Tentu juga, filsafat ilmu sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjalani berbagai aspek kehidupan.

C.  Ilmu Kimia
Chemistry is the study of the composition, structure, properties, and interctions of matter. Menurut pengertian tersebut, berarti ilmu kimia mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, perubahan serta energi yang menyertai perubahan suatu materi. Misalkan kita membahas “air”, maka secara sederhana yang dipelajari oleh ilmu kimia tentang air adalah mengenai:
1.   Bagaimana atom-atom hidrogen dan oksigen tersusun dalam sebuah molekul air dengan membentuk struktur molekul.
2.    Bagaimana sifat-sifat air dihubungkan dengan susunan dan struktur tadi.
3.    Perubahan apa yang terjadi pada air.
4.    Seberapa besar energi yang dihasilkan atau diserap pada perubahan tersebut.
Sudah dijelaskan bahwa kimia adalah ilmu tentang materi dan perubahannya. Materi itu sendiri adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Pada prinsipnya, semua materi dapat berada dalam tiga wujud: padat, cair, dan gas. Padatan adalah benda yang rigid dengan bentuk yang pasti. Cairan tidak serigid padatan dan bersifat fluida, yaitu dapat mengalir dan mengambil bentuk sesuai wadahnya. Seperti cairan, gas bersifat fluida, tetapi tidak seperti cairan, gas dapat mengembang tanpa batas. Ketiga wujud materi ini dapat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Dengan pemanasan, suatu padatan akan meleleh menjadi cairan. Pemanasan lebih lanjut akan megubah cairan menjadi gas. Di sisi lain, pendinginan gas akan mengembunkannya menjadi cairan. Pendinginan lebih lanjut akan membuatnya menjadi padat.
Bagian yang terpenting dari ilmu kimia adalah mempelajari reaksi kimia, perubahan yang terjadi bila senyawa kimia berinteraksi membentuk suatu senyawa baru yang berbeda. Reaksi kimia merupakan suatu hal yang menakjubkan untuk diteliti dan merupakan bagian yang menyenangkan dari ilmu kimia untuk memperhatikan terjadinya reaksi kimia.
Hakekat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan bentuk, maupun susunan partikelnya menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi deformasi, perubahan letak susunan, ini mempengaruhi sifat-sifat yang berbeda dengan wujud yang semula.

D.  Filsafat Dalam Pengembangan Ilmu Kimia
Setiap jenis pengetahuan selalu mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Ketiga landasan ini saling berkaitan; ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu, epistemologi ilmu terkait dengan aksiologi ilmu. Secara detail, tidak mungkin bahasan epistemologi terlepas sama sekali dari ontologi dan aksiologi. Apalagi bahasan yang didasarkan model berpikir sistematik, justru ketiganya harus senantiasa dikaitkan.
Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa hakekat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan bentuk maupun susunan partikel. Setelah kita mengetahui bahwa wujud itu bisa berubah dari bentuk satu ke wujud yang lain, kita harus mengetahui bahwa perubahan itu akan membawa manfaat atau justru mudharat. Wilayah ontologi dan epistemologi sudah terpenuhi, tetapi belum tentu pada wilayah aksiologi. Untuk itu wilayah aksiologi menjadi penting untuk dikaji bagi ilmuan kimia.
Aksiologi ilmu meliputi nilai-nilai (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial, kasasan simbolik, ataupun fisik materiil. Lebih dari itu nilai-nilai juga ditunjukkan oleh aksiologi sebagai suatu Condition Quanon yang wajib dipatuhi dalam kegiatan penelitian maupun dalam penerapan ilmu.
Setiap manusia harus menemukan ilmu dengan memandang wilayah aksiologi, maka ilmu tersebut akan memiliki nilai yang tinggi. Contoh terapan ilmu kimia yang memandang wilayah aksiologi yaitu mengenai peluruhan atom yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk tujuan tertentu. Peluruhan atom telah diketahui oleh ilmuwan, bahwa dalam proses peluruhan atau fisi sebuah unsur akan disertai pelepasan energi beberapa elektron yang tentunya dapat dimanfaatkan, misalkan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Jadi wilayah aksiologi ini berhubungan dengan hati nurani manusia dan agama yang berbicara. Akan tetapi, jika mengacu pada proses timbulnya ilmu kimia bahwa bermacam-macam wujud yang ada ini pada dasarnya berasal dari wujud tunggal, dalam Islam adalah bahwa segala yang ada itu berasal dari wujud Allah, sudah selayaknya jika kehadiran ilmu kimia ini ditarik lagi ke wujud tunggal tersebut yaitu digunakan untuk menyenangkan sesama makhluk Tuhan.
Filsafat sebagai fasilitator ilmu kimia hanyalah sebatas untuk mengorek isi yang terkandung dalam wilayah kimia serta mencari gejala-gejala ilmiah yang ada di alam semesta ini yang akhirnya dimasukkan ke wilayah ilmu kimia. Tanpa filsafat yang mengorek mengenai sesuatu yang tersembunyi di tubuh alam semesta ini maka perkembangan ilmu, khususnya kimia, hanya akan mengalami stagnansi, kemandekan. Jika ini terjadi berarti lonceng kematian bagi peradaban manusia telah dimulai dan manusia akan kembali pada zaman batu. Buku kemajuan manusia modern telah ditutup. Maka, berfilsafat merupakan syarat dasar bagi kemajuan sebuah ilmu pengetahuan dalam hal ini khususnya ilmu kimia dan agama menjadi penuntun ke mana ilmu pengetahuan akan dibawa.

REFERENSI

Chang, Raymond. 2003. Kimia Dasar Konsep-konsep Inti Jilid I Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga
http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat
http://griyasavingnet.blogspot.com/2012/02/landasan-filsafat-dalam-dunia.html

Nugroho, Arya. http://jawigo.blogspot.com/2011/07/relevansi-filsafat-dalam-pengembangan.html

Kamis, 07 November 2013

Latihan membuat RPP Kimia Sifat Koligatif Larutan

 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Identitas Sekolah   : SMA NEGERI 1 SAMBAS
Mata Pelajaran       : Kimia
Kelas / Semester    : XII (Dua Belas) / I (Satu)
Alokasi Waktu       : 2 x 45 Menit (1 x Pertemuan)

Standar Kompetensi : Menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan non-elektrolit dan elektrolit.
Kompetensi Dasar : Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan.
Indikator :
1.        Menghitung konsentrasi suatu larutan (kemolalan, dan fraksi mol).
2.        Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Roulth) dan larutan elektrolit.

A.      Tujuan Pembelajaran
1.        Siswa dapat menghitung konsentrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol).
2.        Siswa dapat menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit dan elektrolit.

B.       Materi Ajar
1.        Kemolalan dan Fraksi Mol
2.        Sifat koligatif larutan non elektrolit dan elektrolit

C.      Metode Pembelajaran
-          Ceramah
-          Diskusi
-          Pemberian Tugas

D.      Langkah – langkah Pembelajaran
1.        Pendahuluan (15 Menit)
Dalam kegiatan pendahuluan, guru :
a.         Memberi salam kepada siswa
b.        Memeriksa kehadiran siswa
c.         Menyampaikan tujuan pembelajaran secara garis besar.
d.        Menggali apersepsi siswa tentang konsentrasi larutan dengan melakukan tanya jawab untuk mengingat kembali         materi yang telah diperkenalkan di kelas XI.

2.        Kegiatan Inti (60 menit)
a.        Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru :
1)        Menjelaskan materi tentang :
a)      Kemolalan dan Fraksi Mol
b)      Sifat koligatif larutan non elektrolit dan elektrolit

b.        Elaborasi
1)        Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan.
2)        Guru memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh siswa.
c.         Konfirmasi
1)        Guru memberikan persamaan persepsi dan kesimpulan terhadap hasil diskusi bersama di kelas.

3.      Penutup (15 menit)
Dalam kegiatan penutup, guru :
·           Memberikan kuis kepada siswa tentang materi yang telah disampaikan.
·           Memberikan Pekerjaan Rumah (PR) kepada siswa yang ada pada buku PR tentang materi yang telah disampaikan.
·           Menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.

E.       Alat dan Sumber Pembelajaran
Alat :
-          Laptop
-          Proyektor
-          Papan Tulis
-          Spidol
Sumber :
-          Buku KIMIA SMA Kelas XII Michael Purba
-          Buku PR KIMIA untuk SMA/MA Kelas XII Intan Pariwara

F.       Penilaian
1.        Kuis
2.        Pekerjaan Rumah (PR)
                                               Soal Kuis                                              
1.      Tentukan kemolalan larutan yang dibuat dengan melarutkan 10 gram urea dalam 100 gram air (Mr urea = 60).
2.      Berapakah fraksi mol urea dalam suatu larutan yang mengandung 12 gram urea [CO(NH2)2] dalam 90 gram air? (Ar H = 1; C = 12; N = 14; O = 16)


Kunci Jawaban Kuis
1.      Dik : m Urea = 10 gram
m air = p = 100 gram
Mr urea = 60
Dit : Kemolalan larutan?
Jawab :
m = n x
   =   x
   =  x
   = 1,67 molal

2.      Dik : mB = 12 gram
mA = 90
Mr Urea = 60
Mr air = 18
Dit : XB?
Jawab :
XB =
      =
     =
     =
     = 0,038


Skor Kuis :
No
Skor
1
50
2
50

Soal Pekerjaan Rumah (PR)
Mengerjakan soal pada buku PR Kimia untuk SMA/MA Kelas XII Intan Pariwara halaman 4 Uji Kompetensi 1 No. 1, 2, 3, 5, 6.
Kunci Jawaban dan Skor Tugas PR
No.
Kunci Jawaban
Skor
1
D
20
2
D
20
3
A
20
5
D
20
6
B
20
           
Mengetahui

Kepala SMAN 1 SAMBAS                                              Sambas,  06 November 2013
                                                                                                 Guru mata Pelajaran

                                              
                                                                                                 Weli Yurina, 

NIP.                                                                                      NIM. F17112001

Singgah di perjalanan PLBN ARUK-SAJINGAN bunga di PLBN